Minggu, 06 Februari 2011

Dengan Botox Bibir Mulus Bebas Kerut

Keriput merupakan bagian dari proses penuaan alami. Penyebabnya bisa beragam, di antaranya paparan radiasi ultraviolet dari matahari yang menurunkan produksi minyak kulit, penipisan kulit secara alami dan kehilangan lemak dalam tubuh seiring dengan bertambahnya usia.

Terkadang ekspresi wajah Anda setiap hari juga dapat berkontribusi menyebabkan garis dan keriput di sekitar dahi, mata dan bibir. Bibir keriput, kadangkala disebut sebagai garis vertikal, garis perioral atau garis perokok, biasanya melibatkan bibir atas.
Selain itu, terus-menerus menggunakan otot di sekitar mulut dan bibir untuk segala aktivitas, seperti berbicara, tersenyum, berciuman dan merokok dapat mengakibatkan garis halus dan kasar pada bibir.

Untuk menghilangkan kerut di bibir, banyak wanita dan tidak sedikit pria, memilih botox. Sama halnya denga botox untuk wajah, prosedur botox untuk bibir juga tidak berbeda.
Sebuah resep obat injeksi yang berasal dari OnabotulinumtoxinA, atau racun botulisme digunakan secara klinis untuk mengobati atau mengendalikan kedipan pada kelopak mata, gangguan gerakan tertentu neurologis, gangguan keselarasan visual, ketiak berkeringat parah dan gangguan lain. Namun US Food and Drug Administration memberikan izin penggunaannya untuk mengobati kerutan wajah tertentu termasuk bibir pada 2002.
Suntikan botox sejak menjadi prosedur kosmetik tanpa pembedahan menjadi prosedur paling umum terutama di Amerika Serikat, menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery seperti dikutip dari Modern Mom.

Fungsi Botox adalah sebagai inhibitor-impuls saraf. Dosis kecil obat yang disuntikkan langsung ke otot-otot tertentu bisa mempengaruhi bibir Anda. Otot mengalami kontraksi dalam menanggapi pelepasan senyawa kimia yang disebut asetilkolin. Otot menjadi relaks, keriput di bibir pun berkurang.

Biasanya Anda dapat melihat hasilnya dalam beberapa hari, tapi mungkin diperlukan waktu hingga seminggu sebelum hasil lengkap yang jelas. Efek dapat berlangsung sampai empat bulan. Pengaruh botox akan luntur seiring waktu, sehingga aplikasi berulang akan diperlukan untuk mempertahankan pengurangan kerutan bibir.

Namun perlu Anda tahu, botox sebaiknya dilakukan oleh dokter berkualitas, sehingga bisa menjalani prosedur sebelum dan sesudah melakukan botox yang aman. Dan, perawatan ini hanya boleh dilakukan bagi Anda yang berusia di atas 18 tahun.

US Food and Drug Administration memperingatkan bahwa Botox mungkin memiliki efek samping yang mengancam nyawa, termasuk memperburuk pernapasan dan mengganggu proses menelan. Racun bisa menyebar di luar tempat suntikan, mengakibatkan kelemahan otot dan hilangnya kontrol otot. Produsen juga merekomendasikan wanita yang sedang hamil, berencana untuk menjadi hamil atau sedang menyusui diharapkan untuk menghindari perawatan botox.